The Last Campaign, road to the election…

Hari Jumat (13/8) dan Sabtu (14/8) adalah hari-hari terakhir kampanye Cabup Mulyono Martono. Mendekati selesainya jadwal kampanye yang ditetapkan KPU Indramayu ini, kegiatan Cabup Mulyono tak berkurang. Bahkan, sampai beberapa jam berakhirnya hari Sabtu (14/8) itu, Cabup Mulyono tetap memanfaatkan waktunya.

Berikut adalah serangkaian kegiatan Cabup Mulyono di hari Jumat (13/8) dan Sabtu (14/8).

Dimulai dari kunjungannya ke Tukdana, cabup Mulyono kembali menggelar dialog dengan warga. Berbagai persoalan rakyat yang terungkap, ditanggapi oleh Cabup Mulyono dengan mengemukakan penyebab terjadinya kesulitan yang dihadapi rakyat Indramayu. Namun tidak hanya memberi gambaran penyebab kesulitan yang terjadi, Cabup Mulyono juga memberikan gambaran penyelesaiannya, terutama pada persoalan pertanian yang menjadi profesi mayoritas warga Tukdana. Untuk memperbaiki akses jalan yang parah, Cabup Mulyono bahkan menandatangani kontrak politik perbaikan jalan jika kelak terpilih menjadi Bupati Indramayu.

Malam harinya, kembali Cabup Mulyono ‘mengudara’ di Radio LEO, Arjawinangun. Ditemani penyiar Boy Leo, Cabup Mulyono mengupas salah urus birokrasi Indramayu selama ini. Salah urus yang terjadi selama satu dekade di Indramayu tidak hanya mengakibatkan pembangunan infrastruktur terbengkalai, layanan publik tidak memadai namun telah memakan korban beberapa pejabat Indramayu yang saat ini bahkan sudah ditahan karena kasus korupsi. Kondisi ini tentunya membuat kinerja pemerintahan terganggu dan akibatnya rakyat Indramayu juga yang menjadi korban. Karena itu, jika ada yang mengkampanyekan perlunya kepemerintahan saat ini dilanjutkan karena belum selesainya program pembangunan, pertanyaannya adalah apakah waktu yang diberikan rakyat Indramayu selama satu dekade tidak digunakan dengan baik untuk membangun dan melayani rakyat ? Sampai berapa lama lagi rakyat Indramayu menunggu kesejahteraan yang dijanjikan ?.

***

Satu hari menjelang berakhirnya jadwal kampanye, Sabtu sore (14/8), Cabup Mulyono dan Cawabup Handaru mengundang seluruh relawan dan saksi MULYA-JAYA untuk mengikuti pembekalan saksi. Acara yang sedianya dilaksanakan hari Minggu (15/8) ini diajukan ke hari Sabtu (14/8) karena setelah dilakukan konsultasi ke KPU Indramayu, kegiatan mengumpulkan massa pada hari tenang dapat dianggap sebagai bentuk kampanye, dan karena itu dapat dikategorikan melanggar. Karena mematuhi rule of the game yang digariskan KPU, Cabup Mulyono memperhatikan hal tersebut. Meski pemberitahuan pembekalan mendadak, rupanya antusiasme saksi MULYA-JAYA dan para relawan yang datang dari seluruh kecamatan yang ada, tak terpengaruh. Kekhawatiran bahwa pesan tidak sampai ke para saksi serta relawan, tidak terbukti. Acara yang juga dihadiri Madri dari KPU Indramayu itu diikuti hampir 400 saksi dan relawan dan diakhiri dengan buka bersama. Anggota KPU Madri mengatakan bahwa kehadirannya adalah sebagai bentuk sosialisasi bagi para calon yang membutuhkan pendampingan terkait teknis pencoblosan dan perhitungannya. Jadi, siapapun para calon yang membutuhkan KPU Indramayu untuk pembekalan, silakan menghubungi KPU. Dalam kesempatan tersebut Madri menyampaikan bahwa Pilkada Indramayu 2010 ini akan dipantau oleh tiga lembaga yang telah bekerjasama dengan KPU Indramayu yaitu Forum Rektor, KIPP dan FKPPI. Di acara pembekalan, selain mengingatkan pentingnya Lampiran Model C1 sebagai dasar sahnya perhitungan suara, Cabup Mulyono mengingatkan kembali para saksi dan relawan untuk tetap menjaga ketertiban dan menghindari gesekan. Baik dengan saksi calon lain maupun dengan para pendukung lainnya. Justru kerja sama harus ditingkatkan agar kecurangan dalam bentuk apa pun dapat dihindari. Kecurangan penggelembungan suara dapat dikenai sanksi 3 (tiga) tahun penjara dan denda sekecil-kecilnya Rp 6 juta dan sebesar-besarnya Rp 70 juta.

***

Selesai membekali para saksi dan relawan, Cabup Mulyono meluncur ke Studio Radar Cirebon TV (RCTV), di Jalan By Bass, Cirebon. Dalam acara Menuju Pendopo Indramayu yang dibawakan oleh presenter kawakan Makali Kumar, empat hal dibahas oleh cabup Mulyono. Pertama adalah gejala money politic kepada para calon pemilih yang akan merusak demokrasi dan kedewasaan politik masyarakat Indramayu. Yang kedua, dibahas pula politik mobilisasi aparat untuk mendukung calon tertentu. Menanggapi hal kedua ini, Cabup Mulyono menghimbau agar birokrasi hendaknya menghindari praktik politik semacam ini. Selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik, hal ini terasa usang di era reformasi. “Sudah bukan jaman Orde Baru lagi”, tegas Cabup Mulyono. Bahkan Cabup Mulyono pun menghimbau kepada rekan-rekannya yang masih duduk di birokrasi agar tidak menjadi korban politik mobilisasi ini. “Biarlah rakyat memilih sesuai pilihannya sendiri. Tidak usah ditekan-tekan, ditakut-takuti, fokus saja kepada tugas kepemerintahan yaitu melayani rakyat”, himbaunya. Ketika ditanya bagaimana sikap Cabup Mulyono kepada para kuwu/camat yang menekan rakyatnya agar memilih calon tertentu jikalau ia terpilih menjadi Bupati, apakah mereka akan dipecat?. Cabup Mulyono mengatakan tidak akan memecat mereka karena itu bukan sifatnya. “Yang penting mereka tetap bisa kerja profesional untuk rakyat. Bukan salah mereka jadi seperti itu, tapi salah elitnya. Tapi jika mereka saya nilai tidak bisa bekerja profesional, saya tidak ragu-ragu mengganti”, tegas cabup Mulyono. Hal berikutnya yang dikupas oleh Cabup Mulyono adalah mengenai kualitas layanan publik di Indramayu serta peningkatan kualitas infrastruktur, terutama infrastruktur pengairan dan jalan.

Malam itu, Cabup Mulyono mengakhiri dialog di RCTV sekaligus mengakhiri masa kampanyenya dengan pesan agar pemilih benar-benar mengambil keputusan terbaik siapa calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Kesalahan memilih beberapa menit, akan berakibat fatal selama lima tahun ke depan. Ia, kata Cabup Mulyono, hanya terus berikhtiar dan bekerja keras memberi penyadaran dan menyampaikan apa yang terbaik kepada Indramayu. Soal menang kalah, pada akhirnya adalah keputusan Allah SWT. 

***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s