Cabup Mulyono dan rakyat Indramayu (8)

Banyak jalan menuju Roma. Pepatah masyhur ini memang bisa menggambarkan aktifitas kampanye Cabup Mulyono. Tak hanya memasang baligo, menempel spanduk, mini banner maupun membagikan leaflet, kampanye melalui udara pun gencar dilakukan. Tujuannya tentu makin mendekatkan diri dengan para pemilih, memberi informasi dan menjalin komunikasi. Jika pemasangan ratusan baligo, ribuan spanduk dan mini banner adalah kampanye satu arah, artinya tak ada kesempatan bagi calon pemilih untuk bertanya langsung, maka tak demikian halnya metode kampanye Cabup Mulyono dan Tim Sukses. Dialog, itulah kata kunci terjadinya proses penyadaran akan pentingnya memilih pemimpin Indramayu yang tepat untuk lima tahun ke depan. Seberapa banyak dan seberapa besar pun baligo yang dipasang, jika tak ada dialog antara calon pemimpin dan rakyat,maka tak akan terjadi interaksi, saling keterbukaan dan kejujuran. Ratusan dan ribuan spanduk hanyalah mulut bisu, tak ada emosi, tak ada atensi (perhatian) dan terlihat lebih mengedepankan egoisme sang pemilik baligo. Baligo tetaplah penting, karena itu pun bentuk sosialisasi. Namun banyaknya jumlah baligo dan besarnya spanduk pun tak memberi jaminan akan membawa Indramayu ke arah yang lebih baik. Rakyat Indramayu tak butuh ratusan baligo mati yang justru mubazir karena membuang-buang uang. Rakyat Indramayu butuh konsep kepemimpinan yang jelas, dan memberi kepercayaan diri bahwa lima tahun ke depan tak boleh lagi ada yang mubazir. Rakyat butuh pemimpin yang nyata, bukan pemimpin baligo.

Berangkat dari pemahaman ini, Cabup Mulyono giat menggunakan media elektronik untuk berkomunikasi dengan para calon pemilihnya, rakyat Indramayu. Tak hanya memiliki website resmi, membuka akun Facebook, Cabup Mulyono juga beberapa kali melakukan wawancara langsung baik melalui televisi lokal maupun radio yang ada di Indramayu. Sebagai Cabup untuk semua kalangan, setiap segmen pemilih pun memiliki media kampanye sesuai karakteristik pemilihnya. Seperti kegiatan wawancara live hari Rabu (11/8) lalu di Radio Prima 95,8 FM di Haurgeulis. Cabup Mulyono menyapa secara langsung rakyat Indramayu khususnya di Haurgeulis dengan dipandu penyiar Fanie Fanissa. Setelah menyampaikan paparan visi, misi dan program kerja lima tahun ke depan, dialog langsung melalui telepon pun dilakukan. Pertanyaan apa pun, dihadapi Cabup Mulyono dengan tetap tenang. Baik yang langsung mendukung, memberi masukan bahkan kritikan yang kadang sengit pun, ia terima dengan lapang dada. Karena jika Cabup Mulyono terpilih, merekalah subyek pembangunan Indramayu ke depan. Semua berhak memiliki Indramayu dan harus dirangkul agar menjadi sinergi dahsyat. Karena itu semuanya mesti didengarkan. Seusai wawancara, di luar studio beberapa sahabat, kawan lama dan para pendukung yang mendengar bahwa Cabup Mulyono sedang di Radio Prima, datang langsung ke studio memberi dukungan.

***

Esok harinya Kamis (12/8), selepas tarawih, kembali Cabup Mulyono menyapa rakyat Indramayu melalui Radio MG FM 97,8. Di MGFM, Cabup Mulyono mengupas secara detail dan panjang lebar tentang apa dan siapa Mulyono Martono. Wawancara dua segmen pun dilakoninya. Segmen pertama Cabup Mulyono berbicara tentang dirinya secara personal mulai dari masa kecilnya hingga menjadi camat selama 16 tahun yang pada waktu menjadi camat pertama kali usianya baru berumur 27 tahun. Segmen kedua, Cabup Mulyono membahas tentang perkembangan SDM dan SDA (Sumber Daya Alam) Indramayu yang masih memprihatinkan, IPM yang rendah, serta indikasi adanya money politic yang kuat dan terjadi pada pilkada Indramayu kali ini.

Perihal kemungkinan terjadinya kecurangan ini, juga menjadi bahan dialog di desa Karangbaru, Kecamatan Kandanghaur serta di desa Tukdana, malam hari setelah wawancara di Radio MGFM. Di hadapan puluhan warga, Cabup Mulyono menyampaikan agar warga meningkatkan pengawasan pada saat dan setelah pencoblosan berlangsung. Menurut Cabup Mulyono, ada pihak tertentu yang benar-benar takut mengalami kekalahan dan apapun yang terjadi harus menang pada Pilkada 2010 ini. Sehingga upaya menghalalkan segala cara pun mulai ditempuh. Indikasi ini sangat dirasakan Tim Lapangan Cabup Mulyono. Namun dengan niat ikhlas dan tawakal atas segala upaya yang telah dilakukan, ia menyerahkan upaya-upaya tidak baik itu kepada Tuhan dan hati nurani rakyat Indramayu. Kemenangan memang tujuan Cabup Mulyono, tetapi kemenangan hakiki sejatinya adalah perubahan mendasar Indramayu dan rakyatnya lima tahun ke depan. Kemenangan yang penuh dengan kecurangan dan cacat, tak hanya merusak tatanan demokrasi yang mulai dibangun di Indramayu, tetapi pada hakikatnya akan menghianati amanat rakyat. Karena tujuan kemenangan telah dipertuhankan dan menjadi segala-galanya, bahkan menghalalkan segala cara, diluar adab dan kepatutan sebagai Wong Dermayu.

***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s