Visi Aria Wiralodra : Indramayu Mulia dan Jaya

Pendiri Indramayu, Aria Wiralodra, memang pemimpin visioner. Ia rela berkorban menempuh waktu tiga tahun untuk mencari daerah yang kelak akan dihuninya bersama seluruh pengikutnya. Daerah yang diyakini akan memberi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Berjalan menempuh alam yang tidak bersahabat, menerima tantangan dari berbagai pihak yang ingin ‘menjajalnya’, serta menyusuri daerah utara Jawa, akhirnya Aria Wiralodra menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Indramayu ini. Ya, Aria Wiralodra telah mendapatkan visi masa depan untuk Indramayu ratusan tahun ke depan yang akan memberi kemakmuran dan kesejahteraan bagi anak cucu dan rakyatnya.

Cobalah simak petikan Prasastinya :

Yen wonten taksaka nyabrang kali Cimanuk

Sumur kajayaan deres mili

Dlupak murub tanpa patra

Sadaya pan mukti malih

Artinya,

Jika ada ular nyebrangi sungai cimanuk

Sumur kejayaan mengalir deras

Lampu menyala tanpa minyak

Semua hidup makmur

Semua Wong Dermayu memahami bahwa kiasan diatas memang merujuk pada kilang pengolahan minyak Balongan. Taksaka nyebrangi kali Cimanuk (Ular menyeberangi sungai), tentu adalah pipa-pipa raksasa yang menyeberangi Sungai Cimanuk membawa hasil olahan minyak dari perut bumi Wiralodra keluar Indramayu, mengalir ke seluruh negeri Indonesia. Bahkan baris prasasti berbunyi dlupak murub tanpa patra (lampu menyala tanpa minyak) kini benar-benar secara nyata bisa dilihat warga Indramayu sebagai jilatan api abadi yang keluar langsung dari perut bumi Wiralodra. Hal ini bisa dilihat dengan melewati kilang pengolahan minyak Balongan di sepanjang Jalan Raya Balongan.

Bagian yang menarik dari visi Aria Wiralodra yang kemudian menjadi penanda adalah, itulah saat dimana sadaya pan mukti malih (Semua hidup makmur), Samya tentram atine (Semua hidup aman dan tentram), Sadaya harja tumuli (Gemah ripah loh jinawi) dan Ing sekehing Negara pada raharja (Seluruh negara hidup makmur).

Namun tidak demikian kenyataan yang ada di bumi Indramayu lima ratus tahun setelah visi Aria Wiralodra dituliskan.

Jumlah penduduk pada Februari 2010 adalah sekitar 1,75 juta jiwa, tingkat kemiskinan mencapai sekitar 633 ribu jiwa (Indramayu Dalam Angka 2008). Artinya 30% rakyat Indramayu hidupnya kekurangan, bahkan membutuhkan subsidi beras tiap bulannya. Diperkirakan jumlah tenaga kerja riil asal Indramayu mencapai 20.000 orang, sedangkan yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja Indramayu hanya sepertiganya. Sedikitnya tercatat 78.200 penduduk berusia 15-60 tahun menganggur. Dari jumlah penduduk yang 1,8 juta jiwa ini, sekitar 1,2 juta jiwa menjadi petani dan nelayan. Karena itu, tak heran Indramayu dikenal sebagai lumbung padi nasional karena mampu surplus beras 400.000 ton per tahun.  Lahan pertanian banyak ditemukan di seluruh wilayah Indramayu yang terdiri dari 31 kecamatan dan 313 desa ini, karena lahan pertanian di Indramayu saja mencapai 108.000 ha. Bahkan lahan persawahan pun masih bisa di temukan di pusat kota Indramayu. Hasil pertanian lain yang masyhur dari Indramayu adalah mangga. Selain itu, perut bumi Indramayu kaya akan minyak dan gas sebagaimana sudah digambarkan dalam penglihatan masa depan Aria Wiralodra. Dengan total luas wilayah Kabupaten Indramayu adalah 204.011 ha dan dengan panjang pantai 114 km yang membentang sepanjang pantai utara antara Cirebon-Subang di mana sepanjang 12 mil dari pantai merupakan kewenangan Kabupaten, maka Indramayu memiliki potensi besar pula di bidang kelautan. Belum lagi kekayaan budaya serta pariwisata yang masih bisa dikembangkan sebagai bagian dari artefak nusantara seperti Tari Topeng, Batik Paoman, wayang Indramayu dan lainnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu termasuk terendah yaitu hanya 66,78% atau nomor 24 dari 26 Kabupaten yang ada di Jawa Barat. Artinya, menjadi juru kunci. IPM yang menjadi ukuran tingkat pendidikan, kesejahteraan dan daya beli suatu daerah adalah parameter strategis maju tidaknya suatu daerah. Sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2009, IPM yang ditargetkan Pemda Jabar untuk dicapai Pemda Indramayu tidak pernah terealisir (Indramayu Dalam Angka 2008). Rata-rata lama sekolah hanya 5,5 tahun, dan angka melek hurufnya hanya 85,6 persen. Adapun angka harapan hidup penduduk 66,01 tahun.

Dengan kekayaan bumi Wiralodra yang begitu besar, menjadi ironi jika manusia yang hidup diatasnya tak mampu terangkat harkat, martabat dan derajatnya. Disatu sisi Indramayu begitu kaya, namun disisi lain penduduknya bahkan harus mencari makan jauh di negeri orang. Itu pun kadang pulang tinggal nama setelah mengalami perlakuan tidak manusiawi. Tak ada perubahan berarti dalam satu dekade terakhir pembangunan di Indramayu. Belum lagi jika partisipasi masyarakat dalam bidang politik, transparansi tata kelola pemerintahan, juga menjadi catatan satu dekade terakhir ini. Karena itu, gagasan melanjutkan konsep kepemerintahan yang ada sekarang adalah sesuatu yang harus dikritisi dan ditinjau kembali. Sudah cukup kiranya kesempatan yang diberikan.

Karena itu, salah satu yang mendorong MULYA-JAYA mengedepankan konsep penguatan di bidang pertanian adalah kenyataan modal dasar sumber daya manusia memang ada di tangan para petani. Namun demikian, MULYA-JAYA pun menyadari, konsep kabupaten agraris ini harus pula diperkuat secara bertahap menjadi kabupaten industri. Seperti halnya Kabupaten Bekasi, Tangerang dan Purwakarta yang menempatkan industri manufaktur sebagai soko guru pembangunan daerahnya. Jika MULYA-JAYA diberi kesempatan dan amanat untuk memimpin Indramayu, terobosan-terobosan akan dilakukan di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, investasi, lapangan pekerjaan, perijinan, layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang akan ditata kembali. Terobosan-terobosan ini tentunya membutuhkan sentuhan pengalaman birokrasi, baik penanganan manajemen pembangunan daerah, pemberdayaan kegiatan masyarakat maupun pengelolaan daya dukung dari seluruh elemen pemerintahan Indramayu, termasuk desa dan kecamatan. Pasangan MULYA-JAYA mewakafkan pengalaman mereka di birokrasi selama ini untuk mewujudkan hal tersebut diatas.

Indramayu, warisan luhur Aria Wiralodra, tak boleh kembali ke masa lalu. Oleh Sebab itu rakyat Indramayu harus cerdik dalam memilih pemimpinnya 5 tahun yang akan datang. Pilihlah pemimpin yang punya basic pendidikan memadai, mempunyai “kepribadian” dalam leadershipnya, mandiri, tidak memiliki ketergantungan orang lain dalam memutuskan sesuatu, mempunyai pengalaman dalam bidang birokrasi dan pemerintahan, pengalaman  pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Semoga Rakyat Indramayu tidak lagi dijadikan “kelinci percobaan”oleh pemimpinnya di masa yang akan datang, karena rakyat sudah lelah dengan hidup yang termarjinalkan.***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s