Debat Kandidat di Unwir

Indramayu kembali melangkah ke depan dalam berdemokrasi. Sebagai bagian dari paparan kepada publik untuk mengetahui sejauh mana kapabilitas dan kapasitas para Cabup dan Cawabup Indramayu, KPUD Indramayu menggelar acara Debat terbuka. Hari Senin (2/8), tepat pukul 20.00 Debat Terbuka dilangsungkan di Aula Gedung Universitas Wiralodra (Unwir). Debat Terbuka ini diikuti oleh seluruh pasangan Cabup dan Cawabup Indramayu. Acara yang dihadiri oleh seluruh komponen pemerintah dan masyarakat diantaranya, jajaran lembaga legislatif dan eksekutif, kepolisisan, TNI, mahasiswa, LSM, pers, dan masyarakat umum ini, berlangsung semarak. Acara yang dimoderatori Murip Yahya MPd dan menghadirkan tiga orang panelis, yakni Dr. Tohidin MP (Rektor Unwir), Drs. Aan Juhana Sendjaya MPd, dan Dr. Ujang Suratno .

Debat kali ini menggunakan sistem panel. Artinya, panelis bertanya dan semua pasangan diberi kesempatan yang sama dalam menjawabnya. Tidak dilakukan debat langsung antar kandidat. Tetapi melalui panelis.

Dibuka dengan kesempatan menyampaikan paparannya, pasangan Cabup Mulyono Martono dan Cawabup Handaru Wijaya Kusumah (MULYA – JAYA), menyampaikan paparan awalnya sesuai nomor urut pemilihan yaitu nomor urut 2. Cabup Mulyono, membuka Debat Kandidat ini dengan memaparkan kembali kontradiksi yang dialami Indramayu. Di satu sisi, Indramayu memiliki kilang pengolahan minyak terbesar di Asia Tenggara, memiliki laut yang luas, lahan pertanian yang juga luas dan jumlah penduduk yang cukup besar di Jawa Barat, sekitar 1,8 juta orang. Namun, dengan modal yang ada tersebut, hal-hal kontradiktif sangat terasa di Indramayu. Cabup Mulyono mengingatkan kembali mengenai lima hal mendasar yang saat ini harus segera diselesaikan jikalau Indramayu ingin sejajar atau bahkan lebih maju dari daerah lain. Pertama, dan ini paling mendasar, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu yang menempati urutan 24 dari 26 Kabupaten di Jawa Barat. Lebih rendah dari Kabupaten Kuningan. Rendahnya IPM, mengakibatkan rendahnya pendapatan masyarakat, rendahnya mutu pendidikan, dan rendahnya kesejahteraan masyarakat. Kedua, tingginya angka pengangguran. Diperkiran 10% penduduk Indramayu yang masuk angkatan kerja menganggur atau sekitar 190 ribu orang. Angka kemiskinan cukup tinggi, yaitu sekitar 633 ribu penduduk. Ini adalah fakta yang disajikan Biro Pusat Statistik (BPS), bukan mengada-ada. Ketiga, rendahnya mutu pelayanan public. Kini masyarakat Indramayu sulit dan bahkan mahal ketika mengurus KTP, membuat surat-surat yang menyangkut dirinya, serta membuat perijinan. Hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak, selayaknya segera dibereskan , tegas Cabup Mulyono. Keempat, pembangunan infrastruktur transportasi dan irigasi. Cabup Mulyono kembali menekankan pentingnya infrastruktur untuk mendukung petani karena merekalah soko guru ekonomi Indramayu dengan jumlah sekitar 1,2 juta orang. Kelima, birokrasi yang profesional, melayani dan tidak dipolitisasi. Politisasi ini, jelas Cabup Mulyono, saat ini begitu terasa terutama di kalangan PNS dan aparat di tingkat kecamatan dan desa lanjut Cabup Mulyono yang disambut applaus dari hadirin yang datang ini. Dari penguasaan masalah-masalah mendasar di Indramayu inilah, lanjut Cabup Mulyono, ia dan pasangannya akan memberikan prioritas dan pentahapan penyelesaiannya apabila mereka diberi kesempatan dan amanat rakyat Indramayu lima tahun ke depan.

Debat Terbuka yang dilanjutkan dengan tanya jawab dengan panelis, ini memperlihatkan hal menarik. Dilihat dari gesture (gerak tubuh) para calon ketika menjawab pertanyaan panelis, nampak sekali bahwa salah satu pasangan yang memiliki akses kuat dengan kekuasaan saat ini sepertinya telah mengetahui pertanyaan-pertanyaan dari panelis. Terlihat ketika begitu pertanyaan selesai, calon tersebut langsung membaca sesuatu yang nampaknya memang telah dipersiapkan untuk dibacakan. Jika indikasi ‘bocornya’ pertanyaan ini benar, nampaknya Debat Terbuka yang sebenarnya telah menunjukkan kualitas demokrasi di Indramayu ini, jelas menjadi cacat dan sekedar menjadi opera sabun. Semoga indikasi ini keliru, sehingga masyarakat Indramayu benar-benar memulai perubahan untuk lima tahun ke depan dengan fondasi kejujuran dan kecerdasan hati. Karena memilih pemimpin Indramayu ke depan bukanlah perkara sepele dan mesti dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada rakyat Indramayu, tetapi juga kepada Tuhan.

Semoga Allah SWT, Tuhan YME memberkahi Indramayu dengan Pemilukada 2010 mendatang dengan kejujuran, keadilan dan kecerdasan hati.***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s