Cabup Mulyono Nyekar Orang Tua

Mengenang kembali orang tua yang sudah meninggalkan kita, barangkali memang salah satu terapi yang tepat untuk jiwa. Ketika kesibukan dunia begitu menyita waktu, sehingga seolah tak ada habisnya, mengunjungi makam barangkali adalah aktifitas yang memiliki nilai spiritual. Begitulah yang diajarkan Rasulullah SAW, untuk tak lupa menyempatkan mengunjungi makam agar bagaimana kita tetap bersemangat dalam kehidupan, namun juga tak pernah lupa bahwa kehidupan anak manusia pada akhirnya akan berhenti. Menuju kehidupan berikutnya.

Cabup Mulyono Martono mengisi waktunya di hari Senin lalu (2/8), dengan berziarah ke makam kedua orang tuanya, beberapa jam sebelum mengikuti Debat Kandidat di Universitas Wiralodra (Unwir) pada malam harinya. Kedua orang tua Cabup Mulyono, almarhum Mas Martono dan almarhumah Hj. Maslecha, telah lama berpulang. Keduanya dimakamkan di pemakaman umum di Kota Cirebon. Selain mengunjungi makam kedua orang tuanya, Cabup Mulyono yang didampingi istri Hj. Sairoh dan putra pertama dr. Bayu Eka Rahman serta seorang petugas pengawal dari Polres Indramayu, juga berziarah ke makam ayah mertuanya, almarhum H. Kalsum di desa Gegesik, Cirebon. Kegiatan berziarah ini, sedianya akan dilaksanakan hari Minggu (1/8), namun urung dilaksanakan karena kesibukan.

Ziarah ke orang tua yang sudah wafat, selain ajaran Rasulullah SAW, bagi kalangan masyarakat tertentu biasanya dilaksanakan ketika akan melaksanakan sesuatu yang besar, bermakna ataupun menyambut bulan suci Ramadhan ataupun Hari Raya. Begitupun cabup Mulyono. Selain berziarah untuk mendoakan orang tua dan menjelang bulan suci Ramadhan, niat berziarah ini tentunya juga dikaitkan dengan sesuatu yang besar dan bermakna yaitu pencalonannya sebagai Bupati Indramayu periode 2010-2015. Pencalonannya sebagai Bupati Indramayu memiliki makna spiritual yang kuat, bukan semata-mata karena jabatan Bupati. Tetapi niat tulusnya untuk ikut membangun Indramayu yang masih tertinggal dari daerah lain, serta keprihatinannya karena kondisi masyarakat Indramayu secara umum yang masih belum berubah banyak, jauh dari kesejahteraan.

Cabup Mulyono yang telah pensiun beberapa tahun lalu dari pengabdiannya di Pemda Kabupaten Indramayu, bisa saja memilih mengisi masa pensiunnya dengan tenang sembari menjalankan aktifitas bisnis yang mulai dijalankan setelah pensiun. Putra-putrinya pun telah mandiri. Namun, Cabup Mulyono merasa terpanggil untuk ikut serta mempercepat kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indramayu melalui pencalonannya sebagai Bupati Indramayu, 2010-2015. Karena itu, ziarah kali ini memang memiliki nilai spiritual yang mendalam. ***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s