“Jangan bermimpi jadi Bupati Indramayu jika tak menguasai permasalahan Indramayu…”

Itulah kutipan tegas dan terus terang Cabup Mulyono Martono. Berpidato tanpa teks dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu, Sabtu (31/7), Cabup Mulyono Martono memaparkan visi, misi dan program kerjanya jika ia dan pasangannya, diberikan kesempatan dan amanat oleh rakyat Indramayu untuk memimpin Indramayu lima tahun ke depan, 2010 – 2015. Cabup Mulyono menyampaikan paparannya dalam bentuk dialog yang sangat mendasar, yaitu betapa banyak permasalahan yang kini dihadapi Indramayu. Kemajuan suatu daerah, papar Cabup Mulyono, sudah sangat jelas ada ukurannya yaitu IPM atau Indeks Pembangunan Manusia yang merupakan tolok ukur kemajuan suatu daerah. Dengan posisi IPM nomor 24 dari 26 Kabupaten di Jawa Barat atau kluster 3, bisa dibayangkan bagaimana sebenarnya kondisi nyata rakyat Indramayu saat ini. Cabup Mulyono meminta agar semua pihak berbesar hati menerima fakta ini dan justru tidak memanipulasi dengan menutup-nutupi rendahnya IPM Kabupaten Indramayu demi kepentingan sesaat yang justru mengaburkan rakyat Indramayu melihat permasalahan daerahnya. Apalagi jika upaya menutupi rendahnya IPM ini dilakukan demi kepentingan politik jangka pendek, tegas Cabup Mulyono. Cabup Mulyono justru meminta rendahnya IPM Kabupaten Indramayu sebagai cambuk bagi pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya untuk segera berbenah, mengejar ketertinggalan dan bahkan memancangkan target melebihi kabupaten maju lainnya di Jawa Barat.

Dengan APBD tahun ini yang Rp 1,3 triliun diperbandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya sekitar Rp 80 miliar, Cabup Mulyono mengingatkan pada semua pihak yang hadir, bahwa sebagian besar dana untuk keperluan belanja daerah adalah dana pemerintah pusat. Oleh karenanya diperlukan upaya menggali pendapatan lain dari daerah dengan upaya menarik minat investasi dari luar, dan memperkuat networking dari seluruh jajaran birokrasi. Tidak mungkin pemerintah daerah membangun semua infrastruktur hanya semata-mata mengandalkan APBD. Tetapi harus mengangkat potensi swadaya masyarakat dengan pendekatan kultural kedaerahan sehingga mampu menutup berbagai kebutuhan fasilitas layanan publik secara bertahap dan berkelanjutan.

Cabup Mulyono memaparkan lima isu besar yang harus disepakati untuk diselesaikan bersama demi mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Indramayu. Pertama, rendahnya IPM. Kedua, tingginya angka pengangguran. Ketiga, penataan infrastruktur transportasi dan irigasi. Keempat, rendahnya pelayanan publik. Kelima, penataan birokrasi yang lebih professional, tidak terkontaminasi politisasi birokrasi. Ketika memaparkan isu transformasi birokrasi, dengan tegas Cabup Mulyono mengingatkan pentingnya birokrasi yang harus berjiwa entrepreneur (kewirausahaan), melayani dan tidak korup. Karena saat ini, birokrasi Indramayu terancam bidikan penegak hukum baik KPK, Kejaksaan maupun Tipikor. Karena itu, lanjut Cabup Mulyono, perangkat birokrasi harus memiliki dan memahami pengetahuan dasar tentang ilmu hukum praktis terutama delik pidana korupsi dari mulai Eselon IV dan Eselon seterusnya.

Khusus menyoroti bidang pertanian yang merupakan tulang punggung atau soko guru ekonomi di Kabupaten Indramayu, maka pemerintah Kabupaten punya tanggung jawab untuk mengangkat harkat, derajat dan martabat serta pendapatan para petani. Petani, lanjut Cabup Mulyono, pada dasarnya lemah dan cenderung selalu menerima keadaan apapun yang menimpanya. Tetapi jangan lupa, petani tak pernah kapok menjalani profesi mereka.Oleh karena itu, ketika dia tidak bisa mengadukan masalahnya kepada Presiden di Jakarta dan Gubernur di Bandung,maka Bupati harus mengambil tanggung jawab tersebut agar supaya petani nyaman dalam menjalankan usahanya. Semua keperluan yang mendasar baik irigasi, maupun sarana lainnya harus terpenuhi,

Setelah menguraikan program kerja guna mengatasi isu-isu besar diatas, Cabup Mulyono yang beberapa kali mendapatkan applaus dan teriakan setuju dari audiens ini, mengingatkan hadirin semua bahwa menjadi Bupati itu sulit, bahkan baru menjadi calon pun sudah amat sulit. Lebih-lebih setelah menjadi Bupati jauh lebih sulit karena dia harus bertanggungjawab tidak hanya kepada rakyat dan pemerintah, namun juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, diperlukan orang yang profesional, tidak coba-coba belajar berpemerintahan dan menjadikan rakyat Indramayu sebagai kelinci percobaan. Sudah terlalu lama rakyat Indramayu mendambakan kesejahteraan yang sebenarnya, karena itu jangan menunggu terlalu lama lagi dengan salah memilih pemimpin Indramayu lima tahun ke depan ini, kata Cabup Mulyono.

Menutup paparannya, Cabup Mulyono, menjelaskan makna inisial pasangan Nomor 2 ini, MULYA-JAYA, yang diharapkan mulia rakyatnya, jaya pemimpinnya. Diakhiri dengan pantun,

Tuku melati, ning malioboro

Milih bupati, nomer loro

Pasangan ini mengakhiri paparannya dengan applaus panjang hadirin.***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

One Response to “Jangan bermimpi jadi Bupati Indramayu jika tak menguasai permasalahan Indramayu…”

  1. suparman says:

    tuku melatie aja adoh-adoh
    ongkose larang pisan
    milih bupati aja sing bodoh
    sing bisa gawa kesuksesan, piss………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s