Agenda MULYA-JAYA Sabtu (31/7) : paparan visi,misi dan program di DPRD Indramayu

Sesuai dengan pentahapan yang telah diatur KPUD Indramayu, hari Sabtu (31/7) pagi, pasangan MULYA-JAYA bersama pasangan lainnya, akan memenuhi undangan pemaparan visi, misi dan program kerja mereka jika mereka dimanatkan rakyat Indramayu memimpin Indramayu 5 tahun ke depan.

Visi dan Misi MULYA-JAYA dapat dilihat pada pages Visi dan Misi. Namun, sebagai catatan penting bagi rakyat Indramayu, MULYA-JAYA amat perhatian dengan kalangan mayoritas Indramayu yang bermata pencaharian petani dan nelayan. Diperkirakan jumlah kedua profesi ini mendekati 1 juta orang, dari sekitar 2,3 juta penduduk Indramayu. Pada merekalah, dasar-dasar pembangunan Indramayu dimulai untuk memperkokoh ekonomi masyarakat Indramayu secara keseluruhan. Jika kalangan mayoritas ini sejahtera (pendapatan meningkat dan memiliki kemampuan menabung), maka pada gilirannya kemampuan daya beli (purchasing power) dari kalangan mayoritas ini pun meningkat. Dengan sendirinya, berbagai hal mendasar pun terjawab. Salah satunya tentu adalah tingkat pendidikan yang makin baik. Dan pada gilirannya, kemampuan kerja (kompetensi) pun bertambah. Tentu saja golongan pekerja lainnya seperti pegawai negeri, buruh, pegawai swasta, usahawan, guru dan TKI akan mendapat porsi kebijakan yang tepat. Karena mereka pun penggerak ekonomi Indramayu.

Bagaimana program kerja MULYA-JAYA jika kelak memimpin Indramayu? Berikut adalah program kerja MULYA-JAYA  :

1. Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas

Program ini meliputi pembebasan biaya pendidikan baik SPP maupun pungutan-pungutan lain serta pengadaan buku gratis dari tingkat SDN / MI hingga SMUN / MAN baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Selain itu program ini juga meliputi pemberian insentif untuk guru-guru bantu dan honorer. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka fasilitas sekolah perlu di-up grade, juga kualitas guru perlu ditingkatkan.

2. Program Kesehatan Gratis

Program ini meliputi pembebasan biaya berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah. Selain itu diperlukan juga peningkatan fasilitas Puskesmas dan RSUD serta kualitas pelayanannya. Sebagai alternatif bisa juga subsidi pelayanan kesehatan dialihkan dari subsidi “unit pelayanan” ke subsidi “masyarakat” secara langsung. Hal tersebut dilaksanakan melalui pembuatan instrument Lembaga Jaminan Kesehatan, masyarakat bisa berobat jalan gratis ke semua dokter, bidan di klinik swasta dan pemerintah.

3. Program Pembuatan Balai Latihan Kerja Yang Berbasis Link and Match

Untuk mengurangi angka pengangguran perlu dibuat Balai Latihan Kerja yang melatih angkatan kerja sehingga mereka memiliki skill teknis yang memadai untuk berkompetisi di dunia industri. Pembuatan BLK ini perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak industri setempat sehingga kita mampu merekam data tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pihak industri. Sebagai stimulus bagi industri, bisa juga diterapkan pemberian insentif bagi industri, misalnya dengan pengurangan dana CSR (Corporate Social Responsibility) bagi industri yang mau menerima tenaga kerja dari BLK yang dibuat oleh Pemda dan swasta. Tetapi hal tersebut perlu dibuat payung hukum Perda-nya. Angkatan kerja yang terlatih memiliki skill teknis bisa pula disalurkan ke luar negeri dengan sistem kerja sama yang dikontrol langsung oleh pemerintah dalam rangka mengimbangi angkatan pencari kerja yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Dengan kontrol dan pengwasan dari pemerintah niscaya pengangguran Insya Allah akan teratasi dengan baik.

4. Program Pertanian Terpadu

Dari data penggunaan lahan ternyata lahan pertanian memiliki porsi penggunaan yang paling luas di wilayah Kabupaten Indramayu, sehingga dibutuhkan revitalisasi pertanian melalui pemetaan lahan pertanian, teknologi pertanian modern, pemberian modal, bibit, pupuk, infrastruktur pendukung seperti penyediaan sumber air dan irigasi, serta tak kalah penting penyuluhan yang intensif, manajemen paska panen serta akses pasar. Jika hal ini dilaksanakan maka angka pengangguran di desa-desa dapat dikurangi yang pada gilirannya akan menggerakkan sektor riil ekonomi di pedesaan.

5. Program Sentra UKM

Sektor usaha kecil merupakan salah satu sektor ekonomi yang terbukti sangat banyak membantu bangsa kita disaat krisis. Pada saat ini dibutuhkan revitalisasi UKM (Usaha Kecil Menengah) melalui pembuatan sentra usaha kecil dengan tempat yang strategis bagi usaha kecil, penyediaan tenaga ahli dilanjutkan penyediaan akses modal (termasuk untuk nelayan), pelatihan manajemen dan keuangan, serta memberikan kebijakan insentif seperti pengurangan retribusi serta pungutan-pungutan liar. Kerjasama antara UKM dan industri melalui kontrol pemerintah akan memberikan dampak saling menguntungkan kedua belah pihak pemanfaatan limbah industri yang dikelola oleh sentra usaha kecil akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi untuk keberlangsungan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika hal ini dilaksanakan maka angka pengangguran di desa-desa dapat dikurangi yang pada gilirannya akan menggerakkan sektor riil ekonomi di pedesaan.

***

Bersama MULYA-JAYA, mari lakukan perubahan !. ***

This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s