Modus kecurangan dalam Pilkada Indramayu 2010

Dugaan bahwa Pilkada Indramayu 2010 penuh dengan kecurangan, bukan isapan jempol. Indikasi ke arah tersebut diperoleh dari laporan saksi dan relawan MULYA-JAYA. Berikut adalah indikasi kecurangan dalam Pilkada Indramayu 2010.

  1. Politik Uang. Inilah kecurangan dalam Pilkada Indramayu 2010 yang sangat kentara dan  makin tidak terkendali. Jumlah uang yang diberikan kepada calon pemilih bervariasi dari Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu. Juga ada yang dalam bentuk barang  atau bahan makanan. Jika kultur politik uang ini membudaya dalam setiap hajatan politik di Indramayu (pemilihan kuwu, pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah, pemilihan gubernur dan presiden) tanpa ada upaya koreksi dari segenap elemen masyarakat Indramayu yang cerdas dan tindakan pencegahan secara hukum, maka politik Indramayu berada dalam kejumuduan (ketertutupan dan keterbelakangan). Politik uang ini juga yang kelak menjadi sumber korupsi bagi mereka yang memenangkan kekuasaan dengan cara kotor seperti ini. Pendidikan politik Indramayu makin jauh dari etika, moral dan tanggung jawab. Padahal, pendidikan politik adalah pintu gerbang pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bertanggungjawab (Good Governance). Dan pemerintahan yang governance adalah syarat menuju pembangunan Indramayu yang benar dan berpihak kepada rakyat. Perpolitikan Indramayu, pada akhirnya  akan set back ke belakang dan makin jauh tertinggal dari kabupaten – kabupaten lainnya.
  2. Pengambilan surat panggilan pencoblosan. Salah satu modus yang ditemukan adalah, adanya gerakan mengambil surat panggilan pencoblosan dari para pemilih. Setelah calon pemilih ditawari uang, maka surat panggilan pencoblosan mereka diambil. Rupanya, mereka belajar dari kesalahan bahwa memberikan uang saja, mungkin tidak efektif. Karena itu, mengambil surat pencoblosan pun ditempuh. Akibatnya, para pemilih otomatis kehilangan hak suara mereka karena tidak lagi bisa mencoblos tanpa menunjukkan surat panggilan mereka. Gerakan ini dapat menurunkan tingkat partisipasi. Dari hitungan kasar, diprediksi tingkat partisipasi Pilkada Indramayu 2010 ini hanya berkisar 50% dari jumlah pemilih yang berjumlah 1.335.006 pemilih.
  3.  Mobilisasi aparat hingga tingkat RT. Gerakan mobilisasi aparat pemerintahan untuk mensukseskan salah satu pasangan, sungguh masif, terencana dan sampai tingkat RT. Sumber kuat Posko MULYA-JAYA, diperoleh informasi bahwa gerakan mobilisasi ini dilakukan melalui Camat, Kuwu, RT/RW, UPTD Kecamatan, Kepala Sekolah, PPK, KPPS, TPS dan organisasi sayap. Upaya ini berlangsung terus-menerus dan bahkan sampai subuh menjelang Jam-J pemilihan. Bagi pasangan MULYA-JAYA, upaya kecurangan ini memang sudah dialami semenjak mereka mendeklarasikan diri maju dari jalur independen. Berbagai upaya ‘memotong’ dukungan untuk Cabup Mulyono agar gagal melaju menjadi calon independen  pun dilakukan secara masif.  Luar biasa ! Ketakutan akan kekalahan, telah menghilangkan kemuliaan dan akhlak untuk berkompetisi sesuai tuntutan moral dan agama, serta tanggungjawab memberi contoh kepada masyarakat bagaimana berdemokrasi yang cerdas, santun dan beretika.
  4. Surat suara yang sudah dicoblos. Di beberapa TPS, ditemukan adanya indikasi bahwa sejumlah surat suara Pilkada Indramayu, telah dicoblos sebelum pencoblosan untuk pasangan tertentu. Indikasinya, lubang dimana salah satu pasangan calon yang dicoblos amat kecil. Tidak sesuai dengan ukuran paku yang digunakan untuk mencoblos. Saksi yang menghitung hasil coblosan, kadang harus beberapa kali memastikan bahwa benar itu sebuah coblosan dengan beberapa kali meraba dan menerawang.

Modus kecurangan Pilkada Indramayu 2010 yang terungkap diatas, bisa dicegah jika semua pihak, pemantau dan lembaga pengawas, bekerja dengan keras menjaga Pilkada Indramayu 2010 ini. Upaya hukum pun bisa dilakukan jika semua pasangan yang merasa dicurangi, memanfaatkan jaminan Undang-undang untuk melaporkan kecurangan yang ada beserta bukti-bukti pendukungnya. Semuanya tentu berpulang kembali kepada semua pihak yang mengikuti Pilkada Indramayu 2010 ini.

Memang ini upaya yang membutuhkan kerja keras dan kesungguhan hati, tetapi jika tujuan yang ingin dicapai adalah hasil Pilkada Indramayu 2010 yang bersih dan memenangkan hati semua orang, tak ada jalan lain memang, semua upaya menegakkan kebenaran harus dilakukan.

Jika MULYA-JAYA harus memilih, maka kekalahan dengan kehormatan jauh lebih mulia daripada kemenangan yang berlumur kecurangan dan dosa. ***

About these ads
This entry was posted in Dari POSKO. Bookmark the permalink.

One Response to Modus kecurangan dalam Pilkada Indramayu 2010

  1. Jebod says:

    Kaya-a indramayu mo djadikan kerajaan neh? Hahahaha…B-)
    Apa bukti-a?
    1. Yance dsmping bupati wkt itu, ia jg ket.DPD Golkar Jabar (skrg kt-a dah di pecat).
    2. Anak-a (Dani M) ket.DPD golkar indrmyu+anggta DPRD jabar.
    3. Istri-a (Ana Sop) anggta DPRD indrmyu+skrg bupati trpilih.
    4. Ponakan-a (Dedy) ket.fraksi golkar DPRD indrmyu+ket.AMPG.
    Jadi ga menutup kmungknan stlh Ana Sop nanti indramayu akan dpmpin anak-a/ponakan-a.
    Yance tu dah 3x menjbt bupati, ko skrg istri-a??
    Apa ga da org lain ??
    Mana etika politik-a??
    Mungkn masyarakat Indramayu mengingnkan Indramayu jd kerajaan.
    Hahahaha… B-) ada2 aja… (Sambl geleng2).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s